> Celoteh Kang Jibrat

Kusadari bahwa suara kehidupanku tak berarti apa-apa

dan bahkan belum mampu menembus telinga kehidupanmu.

Namun dalam apa-apa inilah kita coba komunikasikan,

barangkali bisa mengusir kejemuan . . .

Kata-kata tidak mengenal waktu.

Aku harus mengucapkan atau menuliskannya

dengan menyadari akan keabadiannya. . .

WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com

Ketahuilah

bahwa :

Senyum adalah jarak yang terdekat antara dua manusia .

Kekuatan yang sesungguhnya tidak memukul dengan keras ,

tetapi tepat sasaran

Anda harus tahan terhadap ulat jika ingin dapat melihat kupu-kupu.

Hanya orang yang berada dalam kebenaranlah orang yang bebas.

Malam yang gelap selalu diikuti pagi yang tenang.

Tertawa itu sehat, lebih-lebih jika mampu mentertawakan diri sendiri.


Sikap diam adalah seni yang terhebat dalam suatu pembicaraan.

Galilah sumur sebelum Anda merasa haus.

Sopan–santun yang baik yang terdiri dari pengorbanan–pengorbanan kecil.

Gagasan-gagasan hanyalah bibit, menuai hasilnya membutuhkan keringat.

Siapa yang dapat menahan marahnya, ia akan mampu mengalahkan musuhnya
yang paling berbahaya.

Pengetahuan dan keterampilan adalah alat, yang menentukan sukses adalah
tabiat.


Orang yang sehat mempunyai seratus keinginan, orang yang sakit hanya punya
satu keinginan.

Sopan-santun adalah ibarat minyak yang mengurangi gesekan satu dengan
yang lain.

Setetes tinta bisa menggerakan sejuta manusia untuk berfikir.

Jika anda mengantungkan diri pada keberuntungan saja, anda telah membuat
hidup anda seperti lotere.

Satu ons pencegahan sama nilainya dengan satu pon obat.

Yang Terdalam

Di suatu malam,
aku sedang duduk termenung sendiri
datanglah satu bintang, dan dia bertanya kepadaku
Jika dia telah membuatmu menangis,
akankah kau tinggalkan dia?
Dan aku pun tertunduk terdiam
Lantas ku tatap kembali Sang Bintang
sambil kubalas bertanya
Wahai bintang, akankah kau tinggalkan langitmu?

Entahlah ...

Entah
Mengapa
Tiba-tiba
Lema gemulai penaku
Enggan menari-nari
Di atas hamparan kertas ini !!!?

Bagiku ...

Bagiku Cinta laksana buah hati yang abstrak,
Pohon jiwa yang tak henti berbuah,
hadirnya laksana Cahaya abadi yang mengikis kegelapan malam.
Mengubah dasar-dasar pemikiran , menanggalkan kesedihan ,
basahi keringnya dahaga jiwa , menggantinya dengan mata air surga.

Bagiku Cinta datang bersenandung dalam tangisan suka- cita ,
Ia datang untuk mensucikan jiwa,
Ia datang atas nama- kasih semesta.

Bagiku Cinta adalah ramuan kesembuhan,
Cinta adalah senandung hidup,
disaat benih-benih cinta tumbuh subur di ladang-ladang kasih Ilahi,
di tanganNya- lah kehidupan dan kematian.

Bagiku Cintalah satu-satunya cahaya pemilik jiwa,
Sang Jiwa Pencinta akan terus hidup dalam keabadian,
Pemilik abadi dari berbagai ramuan dan mantra ajaib,
yang dapat menyembuhkan segala duka lara.


Senandung Jiwa

Apa yang sedang kucari akupun tak tahu sepenuhnya !
Namun aku sedang mencoba mengisi ruang kosong dari jiwaku...
Aku menunggu penuhnya mangkuk ini,
yang kelak akan terisi penuh oleh kerak nasi
serta sup yang berkuahkan air mata...

Namun ku tidak sendiri…
disana kulihat “Peri kecil” yang lusuh dan berkoreng
sedang mengais-ais sampah untuk sekedar makan !...
yang menurutku lebih buruk nasibnya dari anjing piaraannya orang-orang kaya !

Hati ini bergetar Tuhanku,
menggigil tulang sendiku menyaksikan itu semua…
di rahim kesedihan mana kau titipkan bocah-bocah ini…
sehingga mereka harus menjalani hidup seperti itu…

Betapa ingin hatiku agar kalian dapat hidup dari sari wangi bumi ,
seperti bunga yang cukup hidup dari terang cahaya dan air.

Lalu kusadari bahwa Lewat “mereka” inilah Tuhan berbicara ,
dan dari sinar lembut mata mereka ,
Dia tersenyum kepada dunia.
WidgetBucks - Trend Watch - WidgetBucks.com
Google